Anika berharap pernikahan mereka akan manis, tetapi ia menghadapi kenyataan pahit: Arman tidur terpisah, enggan menjadi imam salat, dan tidak memperkenalkan Anika kepada teman-temannya. Mampukah Anika bertahan dan bersaing dengan kenangan seseorang yang telah tiada? Alana memutuskan untuk kembali masuk dan melakukan permainan kucing-kucingan yan